Mengapa Pada Bacaan Tahiyat Hanya Nabi Muhammad dan Ibrahim yang Disebut?
Isl4m Massa Kini
aldi555z.blogspot.com
Mengapa Pada Bacaan Tahiyat Hanya Nabi Muhammad dan Ibrahim yang Disebut?
Pertanyaan seperti ini cukup membuat saya bingung ketika dilontarkan oleh seorang anak muda. Pertanyaan yang cukup sulit menurut kami, namun tetap akan kami jawab sebisanya. Walaupun terdengar ngelantur, namun pertanyaan seperti ini ada masuk akalnya juga.
Penyebutan dua Nabi, yaitu Muhammad dan Ibrahim pada saat melaksanakan salat, khususnya di dalam bacaan tahiyat adalah hal yang tidak perlu dipermasalahkan.
Hal ini karena bacaan tahiyat tersebut sudah diajarkan oleh Rasulullah saw. Dikhawatirkan jika hal seperti ini dipermasalahkan, akan memengaruhi keyakinan kita bahwa kenabian Muhammad dan Ibrahim memunyai bobot yang lebih tinggi daripada Nabi-nabi yang lain.
Hal seperti ini tidak diperbolehkan karena adanya perintah agar tidak membeda-bedakan antara para Nabi yang satu dengan yang lainnya. Sebagaimana firman Allah swt.
Muhammad dan Ibrahim
“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”(QS Al-Baqarah:136)
Meskipun demikian, jika penyebutan dua Nabi (Muhammad dan Ibrahim) di dalam doa tahiyat dipermasalahkan untuk keperluan kepuasan pikiran sehingga tidak menimbulkan keyakinan yang kurang baik terhadap kenabian para Nabi yang harus diyakini, maka tidak menjadi masalah.
Pemberian gelar kepada Nabi sesuai dengan kapasitasnya sebagai Nabi dan keistimewaan yang dimilikinya. Misalnya gelar khalil kepada Nabi Ibrahim as, sebagaimana firman Allah
sekian
Comments
Post a Comment